Minggu, 05 September 2010

Kampoeng Indonesia diserbu Pengunjung Fetes De Geneve 2010

08 Agustus 2010

“Kita harus selalu mempromosikan keindahan dan keunikan budayaIndonesia, baik melalui promosi wisata bahari dan agraris maupun kuliner khas Indonesia yang juga telah terkenal di seluruh dunia”, demikian disampaikan Wakil Tetap Republik Indonesia di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, dalam acara pembukaan Fetes de Geneve 2010, di anjungan promosi Indonesia, KAMPOENG INDONESIA.

Menampilkan dekorasi yang menonjolkan tema kekayaan agraris dan maritim Indonesia, KAMPOENG INDONESIA turut memeriahkan penyelenggaraan pesta rakyat Jenewa, atau dikenal dengan Fetes de Geneve 2010, yang berlangsung di seputar Danau Jenewa, 29 Juli -9 Agustus 2010.

Antusiasme pengunjung ditandai dengan berbagai pertanyaan seputar Indonesia juga banyak dilontarkan pengunjung, seperti mengenai kapal Phinisi yang disumbangkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, berbagai motif kain batik (sogan) yang ditampilkan, caping, bakul dan tampah tradisional, maupun sangkar burung dan jala nelayan tradisional Indonesia yang turut dipamerkan.

Anjungan promosi Indonesia pun disemarakkan dengan pemutaran berbagai video promosi dan film Indonesia, yang menampilkan keindahan alam maupun keanekaragaman budaya Indonesia. Acara tahunan yang selalu ramai dikunjungi ribuan pengunjung, baik warga dan komunitas internasional di Jenewa serta turis dari berbagai negara ini akan dimeriahkan juga dengan pesta kembang api, yang akan berlangsung tanggal 7 Agustus 2010.

Nikmatnya kopi dan teh tradisional Indonesia, beserta sate, nasi dan mie goreng Indonesia yang lezat, menambah keramaian stand KAMPOENG INDONESIA. Tidak heran jika banyak pengunjung yang antri mencicipi makanan tradisional Indonesia dalam anjungan promosi Indonesia yang terletak sangat strategis di dekat Danau Jenewa dan air mancur Jet d’eau yang menjadi lambang khas kota Jenewa. Acara pembukaan dihadiri pula Duta Besar Republik Indonesia untuk Konfederasi Switzerland dan Lichtenstein, Duta Besar Djoko Susilo, beserta jajaran staf KBRI Bern.

Sumber : KBRI London

Diambil dari : sini

Menkop UKM Kembangkan Usaha Kecil di Perbatasan

Minggu, 5 September 2010 20:24 WIB

Pontianak (ANTARA News) - Kementrian Koperasi dan UKM akan memberikan perhatian wilayah perbatasan dengan mengembangkan pasar-pasar yang ada di daerah itu.

"Wilayah perbatasan negara juga menjadi perhatian kita untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah di sana," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan di Pontianak, Minggu.

Menurut dia, sebagai perwakilan pemerintah yang menangani masalah UKM, dia tidak ingin masyarakat perbatasan lebih menikmati produk negara tetangga.

Meski kenyataannya saat ini banyak masyarakat Indonesia yang ada di perbatasan lebih banyak menggunakan produk lokal.

"Makanya, ke depan kita mesti lebih banyak memasok produk di wilayah perbatasan," kata Syarief Hasan.

Dia mengungkapkan, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, juga sering mengingatkannya untuk lebih memperhatikan wilayah perbatasan.

Ia akan mengkaji pembuatan pasar di wilayah perbatasan. "Hal itu untuk mengatasi ketergantungan masyarakat di sana terhadap produk negara tetangga," kata dia.

Ia berharap, barang-barang dan makanan buatan masyarakat Indonesia bisa lebih banyak dikonsumsi masyarakat perbatasan.

Ia melanjutkan, selain memperhatikan tapal batas dan ketahanan negara di wilayah perbatasan, pemerintah juga berkewajiban memberikan perhatian terhadap produk UKM masyarakat di sana.

"Ini jelas menjadi pertimbangan kita. Kita akan membuat suatu kebijakan khusus untuk itu," katanya.

Dia juga mengatakan, Pemerintah Pusat dan provinsi harus cepat mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat pedalaman dan perbatasan.

Ia menambahkan, bukan hanya soal kebutuhan sandang maupun pangan yang harganya selangit dan bergantung dari Malaysia, yang lebih penting adalah menumbuhkan jiwa nasionalisme warga perbatasan untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Dari informasi yang kita dapat, selama ini diketahui warga di perbatasan mendapatkan kebutuhan sembako secara ilegal dari Malaysia. Karena jika mendatangkan sembako dari Pontianak, harganya menjadi selangit. Jika produk UKM ini kita kembangkan, tentu lain jadinya," ungkapnya.
(ANT-171/B010)

COPYRIGHT © 2010

Diambil dari : sini

IPB Buka Prodi Baru Ilmu Ekonomi Syariah

Minggu, 5 September 2010 22:00 WIB

Bogor (ANTARA News) - Institut Pertanian Bogor mulai tahun akademik 2010-2011 membuka program studi atau mayor baru untuk program S1 yaitu Ilmu Ekonomi Syariah yang bernaung di bawah Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).

Pembukaan program tersebut mendapatkan sorotan sekaligus apresiasi, yang ditunjukkan dengan membludaknya peserta seleksi calon mahasiswa, karena setiap seorang pendaftar harus bersaing dengan 25 orang untuk mendapatkan kesempatan kuliah di mayor terbaru di IPB tersebut.

Ketua Tim Implementasi Mayor S1 Ilmu Ekonomi Syariah FEM IPB, Irfan Syauqi Beik, Minggu di Bogor mengatakan, pembukaan mayor terbaru di lingkungan IPB tersebut sebagai jawaban terhadap pendekatan konvensional dalam pembangunan sektor pertanian, yang menimbulkan rasa ketidakadilan bagi petani.

"Kebijakan ekonomi terhadap para petani tidak adil. Pendekatan ekonomi konvensional tidak mau tahu kondisi kultur petani, sehingga petani selalu dirigikan dan diperlakukan secara kurang adil," kata Irfan Syauqi Beik.

Kultur petani yang sesungguhnya mengadopsi hukum Islam, seperti maro merupakan implementasi dari "muzara`ah" alias akad pengerjaan lahan sawah, yang telah lama dikenal dalam Islam.

"Ini perlu dikelola dengan pendekatan ekonomi syariah, karena unsur keadilan. Pendekatan ekonomi konvensional by nature pada akhirnya bersifat eksploitatif," kata Irfan.

Sebagai contohnya, lanjut Irfan, sebuah bank di daerah menginvestasikan dana yang diperolehnya dari petani pada sektor yang besar, dengan mengharap keuntungan yang besar. Sementara petani tetap dengan penghasilan yang minim. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan pembangunan pertanian yang menitikberatkan keadilan bagi petani.

Oleh karena itu, sebagai universitas dengan konsentrasi kajian pertanian, IPB berkepentingan terhadap perlindungan nasib petani. Pembukaan mayor ilmu ekonomi syariah sebagai salah satu jalan bagi IPB dalam menjawab ketidakadilan yang dihadapi para petani.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB, Dr Ir Dedi Budiman Hakim mengemukakan IPB memiliki tanggung jawab keagamaan terhadap negeri yang mayoritas muslim ini. Karena itu, sudah sepantasnya Islam sebagai sebuah sistem diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebagai lembaga pendidikan, IPB berkewajiban mengembangkan keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.

Menurut dia, persoalan yang dihadapi industri ekonomi syariah saat ini adalah ketersediaan sumberdaya manusia (SDM). Sektor perbankan, misalnya, untuk tiga tahun ke depan saja, lembaga keuangan ini membutuhkan sekitar 14 ribu SDM.

Belum termasuk lembaga lain yang juga membutuhkan para ekonom syariah, seperti lembaga zakat, pasar modal syariah dan pegadaian syariah, katanya.

"Selama ini, perekrutan SDM oleh perbankan tidak selalu berlatarbelakang syariah, sehingga lembaga yang ada harus terlebih dulu mengadakan training sebelum siap bekerja, artinya butuh cost yang lebih banyak. Ini menyulitkan lembaga perbankan," katanya.

Ia mengatakan rencana pembukaan program studi ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan selaku pemangku kebijakan di IPB, sehingga kegiatan perkuliahan Ilmu Ekonomi Syariah sudah dapat dilaksanakan mulai tahun ini.(*)
(ANT-053/R009)

COPYRIGHT © 2010

Diambil dari : sini

Amerika Serikat Ingin Jadi Teman Baik Indonesia

Selasa, 17 Agustus 2010 23:15 WIB

Denpasar (ANTARA News) - Duta Besar Amerika Serikat yang baru untuk Indonesia, Scot Marciel, menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Barack H Obama untuk menjadi teman baik seraya meningkatkan hubungan bilateral lebih kuat dengan Indonesia.

Marciel menyatakan hal itu di Jakarta, Senin (16/8), setiba di pos barunya. Keterangan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat d Jakarta, sebagaimana diterima ANTARA, di Denpasar menyatakan, Marciel menggantikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia saat ini, Cameron Hume, yang telah tiga tahun bertugas.

"Kami ingin menjadi teman dan mitra Indonesia dalam menghadapi masa depan yang menjanjikan," kata Marciel.

"Dalam penugasan saya yang baru ini, saya akan mengimplementasikan kebijakan Presiden Obama tentang peran penting Indonesia di kawasan. Hal ini meliputi membangun hubungan lebih kuat, kemitraan, yang sama-sama kita tahu berkembang pesat dalam bidang pendidikan, perubahan iklim global dan mendorong kemakmuran bersama," katanya.

Amerika Serikat, katanya, mengagumi segala hal yang telah dicapai Indonesia selama 65 tahun kemerdekaan negara di Asia Tenggara ini.

Marciel juga menyatakan harapannya bisa segera menyampaikan surat kepercayaan dari Presiden Obama kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelum menempati posnya di Jakarta, Marciel merupakan Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN. Dia memiliki seorang istri dan dua anak, sementara Hume telah meninggalkan Jakarta pada 6 Agustus lalu. (*)

(T.A037/R009)

COPYRIGHT © 2010

Diambil dari : sini

Pesona Seni Budaya Indonesia di Museumsuferfest

Museum der Weltkulturen mengundang KJRI Frankfurt untuk menampilkan kesenian tradisional Indonesia di salah satu panggung di acara Museumsuferfest yang terletak di pinggir sungai Main, Frankfurt am Main. Pada Sabtu, 28 Agustus 2010 lalu, ditampilkan beberapa kesenian khas tradisional Indonesia seperti tari Cendrawasih dari Bali, Tari Payung dari Sumatera Barat, Pencak Silat dan Musik Angklung.

Para penari dan pemain pencak silat yang tampil pada pagelaran tersebut bukan hanya berasal dari masyarakat Indonesia, namun juga beberapa warga Jerman yang memberikan perhatian dan minat besar terhadap seni budaya Indonesia. Sebut saja Christopher Kipp, seorang warga negara Jerman yang mendemonstrasikan beberapa jurus pencak silat sore itu. Kipp merupakan salah satu anggota Grup Pencak Silat Bhakti Suci dan mengaku sangat menyukai Pencak Silat yang merupakan seni bela diri asli dari Indonesia.



Pencak Silat

Seluruh rangkaian pertunjukan selama 60 menit mendapatkan sambutan hangat dari penonton meskipun cuaca mendung dan berangin. Mereka tetap menyaksikan pertunjukan sekalipun gerimis turun selama beberapa menit pertama. Selain dapat mengapresiasi berbagai bentuk seni budaya Indonesia, para penonton juga berkesempatan untuk mendapatkan hadiah menarik berupa t-shirt berlogo Indonesia dan miniatur wayang golek dari Jawa Barat bagi mereka yang dapat menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara.

Diambil dari : sini

Indonesia Hadapi Brasil dan Argentina

[Jumat, 20 Agustus 2010 13:51, BIANGBOLA],

Badan Tim Nasional Indonesia (BTN) mengklaim telah mengagendakan dua pertandingan persahabatan besar antara Timnas Indonesia melawan Timnas Brasil dan Argentina di bulan Oktober mendatang.

Ketua BTN, Iman Arif, mengatakan kedua negara Amerika Latin itu setuju untuk melakukan pertandingan persahabatan dengan Indonesia.

Sebelumnya, tim besutan Alfred Riedl itu akan melawan Brasil pada 7 September. Namun karena mayoritas pemain masih ada yang menjalankan ibadah puasa, maka jadwal direvisi menjadi 9 Oktober. Sedangkan untuk melawan Argentina, dijadwalkan empat hari kemudian yakni pada 13 Oktober.

"Pada prinsipnya Brasil sudah oke. Tapi, laga tersebut akan digeser Oktober. Jadi, pada bulan itu ada dua uji coba internasional. Selain Brasil, kami juga akan menghadapi Argentina. Kami ambil dua-duanya. Bagaimanapun, timnas membutuhkan pengalaman dari tim besar,” ujar Iman, Kamis (19/8).

Saat ini kondisi finansial "Merah Putih" agak tertolong lantaran mendapat subsidi APBN Rp. 10 miliar. Untuk satu pertandingan, BTN harus harus membayar match fee senilai USD 1,5 juta atau Rp. 13,6 miliar (USD1=Rp. 9.047). Belum lagi beban akomodasi dan transportasi yang mencapai USD900.000 atau Rp. 8,14 miliar.

"Saat ini kami mencari promotor. Rencana awal masih berjalan. Nantinya match fee menjadi tanggungan mereka. Timnas hanya menanggung biaya transportasi dan akomodasi selama di sini. Nantinya ada pemasukan dari tiket, potensi sponsor lain, atau hak siar. Yang penting, timnas mendapat lawan bagus,” kata Iman lagi.

Jika gagal melawan Argentina, Indonesia berpeluang melawan Pantai Gading. Namun, syaratnya, kepastian ini harus didapat maksimal lima hari menjelang kick-off. Untuk mendatangkan Pantai Gading, timnas hanya dikenai beban match fee USD500.000 sampai USD750.000.

"Argentina masih fokus menyelesaikan problem internal tim. Secara prinsip mereka mau. Kalau ternyata batal, kami siapkan Pantai Gading. Mereka sudah memberikan konfirmasi kesediaan. Komposisi pemainnya rata-rata yang bermain di Afrika Selatan. Nanti akan dibicarakan lebih lanjut dengan mereka. Pada dasarnya mereka cukup fleksibel,” ujar Iman.

Iman pun menambahkan jika pada bulan bulan November, BTN juga sudah menyiapkan tiga pertandingan pershabatan lagi diantaranya menghadapi China, Uruguay, dan Selandia Baru.

Seharusnya, Indonesia bisa menjajal kekuatan Jepang dan Korea Selatan. Sayang, agenda mereka terlanjur padat dan terpaksa batal.

(Edp)

Diambil dari : sini

Gerbong Kereta Khusus Wanita Diluncurkan

Kamis, 19 Agustus 2010 | 10:45 WIB


TEMPO/Subekti

TEMPO Interaktif, Jakarta: Hari ini gerbong khusus bagi kaum hawa mulai dioperasikan. Gerbong itu berada dalam satu rangkaian kereta yang ditempatkan depan dan bagian paling belakang. Untuk membedakan gerbong khusus ini, PT KA memberikan tanda khusus dipasang disisi pintu kereta. Tanda itu berbentuk stiker dengan warna merah muda.

Peresmian peluncuran gerbong khusus ini dilakukan di Stasiun Depok Lama. Dalam pelucuran itu hadir Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak Linda Amalia Sari. Rombongan menteri berangkat dari Stasiun KA Gambir pukul 10.00.

Peluncuran gerbong serupa juga terjadi di jalur Bekasi-Jakarta. Sejak pagi gerbong khusus wanita itu sudah disiapkan. "Saya pagi ini diusir dari gerbong wanita. Saya salah masuk," kata Taufik, penumpang asal Bekasi.

Dari Bekasi ada dua gerbong khusus wanita yang disiapkan. Satu gerbong dipasang di depan rangkaian dan satu gerbong lagi dipasang di bagian belakang.

Diambil dari : sini

Surat untuk Presiden dari Rantau





Siapa bilang Buruh Migran Indonesia tidak mampu berkarya dalam bidang tulis menulis di kancah Internasional? Sebuah kompetisi diselenggarakan untuk menampung kreativitas mereka.

Diambil dari : sini

PTKA Siapkan Kereta Lebaran Khusus Ibu Hamil

Minggu, 8 Agustus 2010 18:28 WIB

Jakarta (ANTARA News) - PT Kereta Api (PTKA) menyiapkan kereta lebaran khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, orang lanjut usia, dan penyandang keterbatasan fisik.
"Kami akan menyediakan kereta khusus untuk mereka pada lebaran tahun ini," kata Kepala Humas Daop I, Mateta Rijajulhaq, di Jakarta, Minggu.

Kereta api tersebut akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur serta merupakan kereta api kelas ekonomi.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya PTKA untuk memfasilitasi calon penumpang dengan keterbatasan khusus.

"Memang ini kompleks jadi semoga dalam pelaksanaannya nanti tidak terlalu sulit," kata Mateta.

Pihaknya menyadari akan ada banyak kendala menghadang untuk menegakkan aturan dan melarang calon penumpang yang non-ibu hamil dan lansia untuk masuk ke dalam kereta.

Oleh karena itu, pihaknya akan menyiagakan petugas khusus untuk menertibkan kereta khusus tersebut.

"Kereta spesial ini akan mulai beroperasi pada H-7 lebaran dan tiketnya dapat dibeli langsung pada hari keberangkatan," kata Mateta.

Ia memprediksikan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 atau H-2 lebaran dimana pada H-3 lebaran diperkirakan jumlah penumpang kereta api (baik kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi) akan mencapai 66.562 orang atau naik 2 persen dibandingkan H-3 tahun lalu yang berjumlah 65.257 penumpang.(*)
(T.H016/R009)

COPYRIGHT © 2010
Diambil dari : sini

Berita Baik dari Pelajar Indonesia di Malaysia

Pelajar Indonesia di Malaysia telah menorehkan sebuah prestasi yang cukup membanggakan dan mengharumkan nama bangsa. Di dalam acara International Students Cultural Night yang diselenggarakan oleh Nilai University College (Nilai UC), Malaysia, para pelajar Indonesia berhasil menyabet dua gelar juara. Juara kedua dalam kategori tari-tarian yang berhasil dimenangkan oleh pelajar Indonesia dari Universiti Malaya (UM) dengan tari samannya dan juara pertama yang berhasil diraih oleh pelajar Indonesia dari Universiti Sains Malaysia (USM) dalam kategori vokal yang membawakan lagu daerah Indonesia diiringi alunan musik angklung.

International Students Cultural Night yang diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2009 ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai macam negara yang memiliki wakil pelajar di Malaysia. Peserta dari Indonesia, Malaysia, Uganda, Cina, Thailand, Iran, dan lain sebagainya turut serta memeriahkan acara International Students Cultural Night tersebut. Dengan mengusung tema 1 World Culture, acara ini bertujuan untuk menginisiasi sebuah wadah apresiasi kebudayaan antar negara. Acara yang diselenggarakan oleh Nilai UC ini juga merupakan kerjasama dengan Kementerian Pengajian Tinggi (Ministry of Higher Education) Malaysia.

International Students Cultural Night sendiri melombakan dua kategori kebudayaan, yakni tari-tarian dan vokal. Diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai macam negara, seleksi yang dijalani untuk menjadi juara sangat ketat. Dari puluhan tim yang berlomba dan mendaftarkan diri atas nama universitasnya masing-masing, hanya empat tim terbaik yang dapat mengikuti babak final. Bahkan, Rosdan Abbas, seorang dosen musik dari National Arts, Culture, and Heritage Academy Malaysia yang menjadi juri pun merasakan kesulitan dalam memilih tim mana yang berhak memasuki babak final dan menjadi juara.


Ketika itu, total tim yang berhasil memasuki babak final adalah delapan tim. Empat tim vokal dan empat tim dari kategori tari-tarian. Dua tim pelajar Indonesia dari UM serta Universiti Putra Malaysia (UPM) berhasil memasuki final kategori tari-tarian dan satu tim pelajar Indonesia dari USM berhasil menjadi finalis kategori vokal. Tim tari Indonesia dari UM yang kesemuanya terdiri dari para wanita, membawakan tari Saman yang berasal dari Aceh. Sedangkan, tim tari UPM membawakan tarian yang berasal dari Papua Barat. Di kategori vokal, tim Indonesia dari USM berhasil merebut juara pertama atas keharmonian nada yang dibawakan oleh seorang penyanyi wanita yang diiringi alunan merdu dari angklung.

Sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan menggembirakan. Karena di tengah-tengah hiruk pikuk hidup di negara orang lain, para pelajar Indonesia tersebut justru tetap mengingat kebudayaan negara sendiri dan turut berperan aktif dalam mempromosikan budaya bangsa. Semoga kita-kita yang tinggal di Indonesia, juga tidak kalah berprestasinya dibandingkan mereka. Juga.. tidak kalah kecintaannya kepada warisan budayanya sendiri :)

Diambil dari : sini